Warga Pekanbaru Tewas Gantung Dir, Sebelumnya Berpesan Agar Dimakamkan di Kampung Halaman

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Warga Pekanbaru Tewas Gantung Dir, Sebelumnya Berpesan Agar Dimakamkan di Kampung Halaman – Siswanto (49), masyarakat Jalan Bintara, Payung Sekaki, Pekanbaru diketemukan meninggal gantung diri di ruko kepunyaannya. Menurut sang istri, Siswanto tidak menyalahkan permasalahan apa pun sebelum pada akhirnya diketemukan wafat.

“Orang yang pertama-tama tahu korban ialah istrinya sendiri, bernama Sobie. Waktu akan belanja turun dari lantai dua, ia temukan suaminya bergantung di muka pintu rukonya,” kata Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda pada wartawan, Jumat (8/3/2019).

Istri korban tahu peristiwa ini pada jam 08.30 WIB. Pagi itu ia akan belanja ke pasar. Demikian sampai di lantai basic, ia kaget bukan kepalag lihat suaminya gantung diri.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Korban gantung diri dengan memakai tali jemuran warna putih. Korban kenakan pakaian baju warna biru serta celana panjang warna hitam serta memakai sepatu bot,” kata Budhia.

Lihat kondisi itu, istri korban langsung mengontak anak perempuannya yang telah pergi kerja. Penduduk ditempat juga ramai lihat momen itu.

“Jam 09.00 WIB, team Polsek Payung Sekaki datang di tempat. Korban juga di turunkan. Tidak lama pihak rumah sakit Sempurna hadir mengecheck keadaan korban serta mengatakan telah wafat,” kata Budhia.

Dari info istrinya, kata Budhia, sampai kini belum pernah berlangsung pertikaian di keluarga. Akan tetapi, menurut istri korban, Siswanto sudah sempat memberi pesan jika wafat supaya disemayamkan di kampung halamannya di Kabupaten Bengkalis.

“Kata istrinya, dua bulan lantas korban sempat narasi, bila ia wafat meminta di makamkan di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis,” tuturnya.

Dalam momen ini, kata Budhia, pihak keluarga tidak bersedia dikerjakan autopsi pada korban. “Istri korban bersedia membuat info tercatat bila tidak bersedia dikerjakan autopsi,” tutup Budhia.

You might also like