Kirab Ini Ketujuan Ke Kesadaran Serta Diri Bijak

Kirab Ini Ketujuan Ke Kesadaran Serta Diri Bijak

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Kirab Ini Ketujuan Ke Kesadaran Serta Diri Bijak – Beberapa ribu umat Buddha berbarengan banyak biksudari beberapa majelis mengerjakan kirab Waisak 2563 BE/2019 dari Candi Mendut ketujuan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5) .

Mereka berjalan kaki selama empat km. melalui Candi Pawon.

Kirab itu diawali terlebih dulu dengan mobil hias, salah satunya bawa api dharma dari Mrapen Kabupaten Grobogan, mobil pembawa air barokah dari Umbul Jumprit Temanggung, dan perahu relik Sang Buddha.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Lantas disertai pejalan kaki pembawa bendera Merah Putih serta bendera Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) . Dalam barisan pembawa bendera itu tampak Ketua Umum Walubi S. Hartati Murdaya turut berjalan bawa bendera organisasinya.

Dalam kirab itu pun ada group remaja yg memakai pelbagai kemeja kebiasaan di Tanah Air, pembawa hasil bumi, serta paling akhir rombongan umat Buddha dari pelbagai wilayah di Indonesia.

Bante Kamsai Sumano Mahathera mengemukakan kirab dengan berjalan kaki itu adalah jalan semadi dengan objeknya berjalan.

Dia memaparkan meditasi ada yg berwujud duduk diam (semadi duduk) , ada yg berdiri, jalan, serta ada juga semadi tidur.

” Kirab ini ketujuan ke kesadaran serta diri bijak. Kita pengin tanam pohon peraturan dengan berjalan, dengan konsentrasi biar tahu letih, tahu enak, bagaimana rasa-rasanya itu, ” ujarnya.

Menurutnya hal semacam itu bakal membasmi penderitaan lewat jalan dengan kesadaran.

Dia memaparkan ajaran Sang Buddha ada empat urutan semadi, ialah jalan, duduk, berdiri, serta tidur.

” Jalan itu trik meditasi, konsentrasi jalan, jadi orang dapat tahu jalan yg benar, jalan yg baik dari dalam hati pun, tidak hanya kaki, ” ujarnya.

Mengusik sejumlah besar umat Buddha bawa bunga enak malam dalam kirab itu, ia mengemukakan hal semacam itu jadi media buat memuja terhadap Sang Guru yg berada pada Candi Borobudur.

” Ada Buddha besar disana. Kita ini seperti anak cucu menghadap orang-tua dengan memberikan bunga enak malam lantaran kelihatan prima disana, kita tak prima jadi kita mencari prima, ” ujarnya.

You might also like